MAMPIR KE WESLEY UNITING CHURCH PERTH


MAMPIR KE WESLEY UNITING CHURCH PERTH

By : Eveline Bayu

Tujuan awal mau jalan jalan ke Hay Street Mall, tetapi karena supir taxi menurunkan di pangkalan taxi, yang tepat berada di depan Gereja Wesley Uniting, mampirlah penulis sebentar untuk menikmati keindahan gedung tersebut. Siapa yang tidak terpesona dengan bangunan Gereja yang berdiri kokoh di ujung jalan, antara William Street dan Hay Sreet. Tepatnya berada di 75 William St, Perth WA 6000, Australia.

Awalnya tanah tempat mendirikan Wesley Uniting Church dibeli dari seorang bernama James Inkpen seharga £400. Bangunan Gereja dirancang oleh Richard Roach Jewell, seorang arsitektur yang merancang beberapa gedung penting di Perth. Richard Roach Jewell merancang gedung bergaya gothic revival yang sedikit dirubah, yaitu dengan menggabungkan beberapa model dari gedung rancangannya. Gereja terdiri dari bagian tengah, mimbar dan menara lonceng yang tinggi.

Peletakan batu pertama yang menandai mulai dibangunnya Gereja ini dilakukan oleh Governor John Stephen Hampton pada tanggal 25 Oktober 1867. Gereja mulai dibuka pada tanggal 10 April 1870. Pada tahun 1896 dilakukan penambahan bangunan Gereja. Pembangunannya dilakukan oleh seorang arsitek terkenal bernama Talbot Hobbs.

Menara Gereja dibangun setinggi 35 meter dengan penunjuk arah mata angin berbentuk ayam jago diatasnya. Selain menara utama, terdapat empat menara yang lebih rendah. Awal rancangannya menara lonceng diletakkan di sisi timur laut kemudian diubah ke tenggara. Lonceng awal yang tergantung di menara berasal dari lonceng pada kapal Tranby. Kapal Tranby saat itu digunakan untuk mengangkut jemaat asli ke colony. Gempa bumi Meckering pada tahun 1968 yang merusak sebagian bangunan Gereja, menyebabkan lonceng tersebut tidak lagi dipasang di menara, untuk menjaga kekuatan bangunan yang masih utuh.

Dinding bangunan terbuat dari batu bata merah yang dipasang dengan teknik Flemish bond, yaitu cara menyusun batu bata sedemikian rupa sehingga setiap jalur terdiri dari batu bata yang bergantian sisi pendeknya (header) dan sisi panjang (stretcher) menghadap ke luar, dengan pola satu bagian sisi panjang berada diantara sisi pendek (header). Batu bata dibakar pada tungku kayu dengan suhu yang tidak menentu sehingga menimbulkan warna yang lembut. Batu bata berasal dari lubang tanah liat lokal.

Lantai bangunan menggunakan jarrah. Jarrah merupakan lantai kayu yang berasal dari pohon jarrah. Pohon jarrah banyak dijumpai di Western Australia. Jendela bangunan tidak terlalu berhiaskan kaca patri seperti Gereja kuno pada umumnya. Hanya beberapa jendela dan kaca patrinya tidak memiliki warna yang mencolok. Pintu Gereja terbuat dari kayu dengan bentuk lengkung di bagian atas.

Jendela dengan hiasan kaca patri yang diambil dari kisah di kitab suci.

Sayangnya penulis tidak berkesempatan untuk masuk ke dalam bangunan Gereja. Mengelilingi bangunan Gereja sudah memberi kepuasan tersendiri sebelum melanjutkan jalan jalan di Hay Street Mall.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s