PERJALANAN PENDIDIKAN YANG TERTUANG DI MUSEUM PENDIDIKAN SURABAYA


PERJALANAN PENDIDIKAN YANG TERTUANG DI MUSEUM PENDIDIKAN SURABAYA

Oleh: Eveline Y. Bayu

20200201_113104

Bu Tri Rismaharini tidak hanya memanjakan warganya dengan taman kota yang indah dan penghijauan, tetapi juga menambah museum untuk warganya. Setidaknya tercatat ada lima museum baru, yaitu Museum Dr Soetomo di Jalan Bubutan, Museum Surabaya di Siola Jalan Tunjungan, Museum Pendidikan di Jalan Gentengkali, Museum HOS Tjokoroaminoto di Jalan Peneleh dan Museum WR Soepratman di Jalan Mangga, Tambaksari.

20200201_111507
Saba terbuat dari lempengan batu karbon yang dicetak bentuk segi empat dan ditulisi menggunakan grip. Sabak berfungsi sebagai buku tulis sebelum adanya buku tulis.
20200201_111637
Buku pelajaran pada masa Meer Uitgebreit Lager Onderwijs (MULO) atau setara SMP pada masa pemerintahan Belanda.

Kali ini penulis mengunjungi Museum Pendidikan yang terletak di Jalan Gentengkali no. 41 Surabaya. Dahulu bangunannya merupakan sekolah Taman Siswa, yang statusnya dari Kepemilikan Asset Bekas Milik Asing/ Tionghoa dialihkan kepada Pemkot Surabaya. Kemudian diubah menjadi museum dan diresmikan pada tanggal 25 November 2019 (bertepatan dengan peringatan hari Guru Nasional) oleh Ibu Tri Rismaharini, selaku Walikota Surabaya. Gedung Sekolah Taman Siswa dibangun pada tahun 1925 – 1930.
Sesuai namanya Museum Pendidikan, museum ini menampilkan 860 benda yang terkait dengan sejarah pendidikan pada jaman:

  • Prasejarah dimana aksara belum dikenal atau lebih dikenal dengan jaman pra aksara.
  • Lembaga pendidikan jaman Hindu – Budha di pedepokan, Pura, pecantrikan, pertapaan dan keluarga.
  • Kurikulum Triwangsa yang terdiri dari Brahmana, Ksatria dan Waisya.
  • Pendidikan masa Islam dalam bentuk rumah, surau, Masjid dan pesantren dimulai pada abad ke 17.
  • Periode Kolonial dimana awalnya akses pendidikan hanya untuk warga elit Eropa, kemudian mulai meluas ke beberapa kota besar.
  • Jaman Jepang dimana terdapat pengadaan sekolah hingga ke pelosok, penajaman kurikulum, reformasi sistem pengajaran dan pelatihan guru.
  • Jaman kemerdekaan dengan mampu menyelenggarakan pendidikan yang terlepas dari pola jaman kolonial.
20200201_110925
Sepeda motor Zundapp tahun 1965 yang biasa digunakan orang tua mengantar anaknya ke sekolah.
20200201_111046
Sepeda onthel buatan Inggris yang digunakan para guru untuk berangkat ke sekolah mengajar.

Sebenarnya pengunjung dapat belajar banyak dari benda benda yang dipamerkan di museum ini, karena keterangan ditampilkan lengkap dan dalam dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris). Sayangnya pengunjung malah sibuk selfie atau berfoto bersama teman-temannya karena memang bangunan kuno ini menarik untuk berfoto.

20200201_111059
Mesin Handpress milik KH Ahmad Dahlan yang digunakan di Muhammadiyah Yogyakarta. Mesin ini dibuat di Tiongkok pada tagun 1930.

 

Meskipun menggunakan bangunan kuno, Museum Pendidikan jauh dari kata suram dan lembab. Sinar matahari masuk melalui jendela-jendela besar. Selain itu museum ini juga terhubung dengan Taman Ekspresi, yang menambah keindahan dan kesejukan museum. Bagi anda yang berminat mengunjungi Museum Pendidikan menggunakan kendaraan pribadi, dapat memarkir kendaraan di Gedung Parkir Gentengkali yang disediakan oleh Pemkot Surabaya. Lokasinya terletak sebelum Museum Pendidikan. Jangan parkir sembarangan ya kalau tidak ingin kendaraannya di gembok oleh Dishub.

20200201_11311720200201_110254

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s