GEREJA SANTO YUSUF SAKSI KEHADIRAN BANGSA PORTUGIS DI CIREBON


GEREJA SANTO YUSUF SAKSI KEHADIRAN BANGSA PORTUGIS DI CIREBON

Oleh: Eveline Y. B.

20190331_082704

Setelah puas menikmati kuliner kota udang, Cirebon, yaitu nasi jamblang dan empal gentong, saatnya berkunjung ke Gereja Katolik tertua di Jawa Barat, yaitu Gereja Santo Yusuf. Gereja Santo Yusuf berada di jalan Yos Sudarso No. 20 Cirebon. Dari jalan raya kita akan melihat sebuah gereja tua berwarna putih berdiri dengan kokoh.

Bentuk bangunan Gereja Santo Yusuf bergaya Portugis. Bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan gereja bergaya neo gothic. Tidak ada pilar besar yang berdiri di bagian depan, hanya tiga buah lengkung, dimana lengkung bagian tengah merupakan pintu masuk. Menara loncengnya tidak tampak dari depan karena berada di bagian belakang. Sedangkan pada gereja bergaya neo gothic, menara lonceng biasanya menjulang tinggi dan berada di depan.

Pada bagian dalam gedung, juga tidak terdapat pilar-pilar seperti gereja bergaya neo gothic. Plafon atas berbentuk lengkung tanpa ukiran atau hiasan lain. Jendela di sisi kanan dan di kiri dinding berupa kaca patri polos, tidak ada gambar pada kaca patrinya.

20190331_082939
Bagian dalam Gereja.
20190331_083107
Bagian atas atau plafon.

Menilik ke belakang, asal mula gereja ini berawal dari seorang pengusaha pabrik gula bernama Ludovicus Theodores Gonzales, yang menghibahkan tanah miliknya yang berada diseberang rumahnya untuk dibangun gereja pada tahun 1878. Pembangunan gereja selesai dikerjakan pada tahun 1880, dengan arsitektur bernama Gaunt Slotez. Kemudian Gereja diberkati pada tanggal 10 November 1880 oleh Mgr. Claessens, Uskup Jakarta. Gereja diberi nama Santo Yusuf, yang diambil dari nama ayah Ludovicus Theodores Gonzales, yaitu Yosef. Ludovicus Theodores Gonzales dianugerahi gelar bangsawan pada tahun 1880 oleh Paus Gregorius Agung. Hingga saat ini, tanah bekas rumah Ludovicus Theodores Gonzales masih ada berupa tanah kosong yang tidak terawat. Tidak ada catatan mengenai keturunan dari Ludovicus Theodores Gonzales. Ludovicus Theodores Gonzales sendiri merupakan pria keturunan Portugis yang lahir di Jakarta pada tahun 1828 dan meninggal dunia di Cirebon pada tanggal 2 Juni 1897,

Di dalam dinding Gereja terdapat plakat penghargaan kepada Ludovicus Theodores Gonzales karena telah membangun Gereja dan tertera tahun 1886. Dari plakat tersebut diketahui bahwa pastor pertama di Gereja tersebut bernama A.P.C. Van Moorsel.

20190331_082959
Plakat yang terpasang di dekat pintu masuk.

Pada tahun 2010, berdasarkan SK Menteri No. PM.58/PW.007/MKP/2010 Gereja Santo Yusuf ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Meskipun yang masih utuh dari bangunan Gereja Santo Yusuf hanyalah tampak depannya, tetapi bangunan tersebut menjadi bukti kehadiran bangsa Portugis di Cirebon kala itu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s