UNSUR KAYU DAN BATU ALAM PADA GEREJA STELLA MARIS JAKARTA


UNSUR KAYU DAN BATU ALAM PADA GEREJA STELLA MARIS JAKARTA
Oleh : Eveline Y. Bayu

20180617_174146

Bangunan Gereja Katolik di Indonesia umumnya bergaya Eropa karena merupakan peninggalan kolonial Belanda (seperti Gereja Cathedral di Jakarta, Bogor dan Surabaya) atau mengadopsi budaya setempat (seperti Gereja Ganjuran di Jogja dan Gereja Tritunggal Maha Kudus di Bali). Ada satu Gereja di kawasan Pluit, Jakarta yang memiliki bentuk bangunan unik yaitu Gereja Stella Maris. Gereja ini terletak di Jl. Taman Pluit Permai Timur No. 17, Jakarta Utara.
Dari depan tampak bangunan berbentuk concentric oval (bentuk oval bersusun tiga) atau mirip dengan colosseum. Material dinding terbuat dari batu alam selagedang berwarna abu abu. Lantai dibagian luar gedung menggunakan batu andesit berwarna abu abu. Untuk memasuki gedung, kita akan melalui anak tangga yang landai.

20180617_174548
Tampak depan

20180617_174437
Memasuki bagian dalam, material kayu mendominasi. Dinding dilapisi blok kayu jati yang tersusun rapi. Begitu juga dengan bagian plafon, ditutup dengan blok kayu jati. Kayu jati didatangkan dari Jawa Timur. Jendela hanya terbuat dari kaca biasa, bukan kaca patri berwana warna seperti Gereja Katolik umumnya.

20180617_174120
Plafon dan dinding yang terbuat dari material kayu

Untuk lantai menggunakan lantai keramik yang menyerupai bentuk dan warna batu alam. Lantainya dibuat menurun secara landai menuju altar.
Altar tampil lebih sederhana dibandingkan Gereja Katolik pada umumnya. Meja altar polos terbuat dari kayu tanpa pahatan atau ukir-ukiran. Dinding dibelakang meja altar dibiarkan polos untuk menonjolkan material kayu.
Lantai 2 memiliki bentuk balkon yang unik, menyerupai buritan kapal dengan haluan sendok (spoon bow). Di masing-masing sisi terdapat 3 balkon. Ruang pengakuan dosa tampil dengan gaya minimalis, berupa pintu kaca.

20180617_174220
Balkon lantai 2 berbentuk buritan kapal.

Menara Gereja terbuat dari pipa besi dengan salib di atasnya. Sekilas mirip tower pemancar signal. Menara bell berdiri disamping bangunan Gereja, tidak menyatu dengan bangunan Gereja.
Gua Maria yang disebut Plasa Maria, terletak di bagian belakang. Dinding dibelakang pantung Maria terbuat dari batu alam. Patung Bunda Maria terbuat dari batu yang senada dengan dinding dan lantainya. Tempatnya tersembunyi dengan taman yang tertata rapi, memberikan kesan teduh dan kusyuk untuk berdoa.

20180617_191037
Plasa Maria

Meskipun bangunan Gereja Katolik Stella Maris bukan peninggalan Belanda, tetapi menarik untuk dijadikan wisata religi. Keunikan bangunan Gereja Stella Maris membuat Gereja ini sebagai Finalis World Architecture Festival 2015. Gereja Stella Maris juga pernah menerima The Australian Institute of Architect – International Architecture Commendation untuk Interior Architecture.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s