KESEDERHANAAN GAYA KOLONIAL PADA GEREJA ST. ANTONIUS SOLO


KESEDERHANAAN GAYA KOLONIAL PADA GEREJA ST. ANTONIUS SOLO
Oleh: Eveline Y Bayu

DSCN1800
Di Solo terdapat sebuah Gereja tertua, yang terletak di Jalan Arifin No. 1, Kampung Baru, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, yaitu Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan. Gereja tersebut mulai dibangun pada November 1916. Gereja yang dibangun pada abad ke 19 ini sangat dipenagruhi oleh gaya indische empire, seperti tingkat kemiringan atap yang tajam dan terdapat menara lonceng.
Berbeda dengan gereja peninggalan kolonial Belanda pada umumnya. Hiasan kaca patri pada dinding Gereja St. Antonius tampak lebih sederhana. Hanya terdiri dari beberapa warna senada (dominan merah dan orange) tanpa bentuk yang rumit. Biasanya gereja peninggalan Belanda memiliki hiasan kaca patri berwarna warni yang menceritakan kisah dari Alkitab. Hiasan kaca patri yang menggambarkan kisah dari Alkitab hanya terdapat di dinding belakang altar.

DSCN1794
Hiasan kaca patri pada dinding belakang altar.

Perbedaan lainnya ialah memiliki lebih banyak unsur kayu. Pada gereja peninggalan kolonial Belanda biasanya kayu hanya terdapat pada pintu, kusen, mimbar untuk Romo kotbah dan tangga. Disini dinding di belakang altar juga dilapisi kayu.
Gereja peninggalan kolonial Belanda umumnya memiliki bentuk simetris. Bentuk bangunan Gereja St Antonius asimetris. Disisi kiri, terdapat bangunan dengan dua pintu lengkung. Sedangkan disisi kanan tidak ada bangunan tersebut.

Pilar pada bangunan kolonial biasanya menimbulkan kesan kokoh dan mendominasi bangunan tersebut. Namun pilar yang terdapat di dalam gedung Gereja lebih sederhana. Tidak tampak ukiran hiasan daun atau bunga pada pilar bagian ujung. Diameter pilar juga tidak terl;alu besar, sehingga pilarnya kurang menimbulkan kesan kokoh.

DSCN1792
Pilar di dalam gedung Gereja.

Unsur peninggalan kolonial Belanda kurang tampak pada bagian dalam Gereja, beberapa bagian telah mengalami perubahan seperti lantai dan plafon. Pada bulan Agustus 1988 diadakan pengecatan gedung Gereja. Semakin banyaknya umat, maka gedung Gereja diperluas. Perluasan selesai pada 7 April 1988. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Solo no 646/116/1/ 1997 Gereja St Antonius Purbayan ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Pada tahun 2006-2007 dilakukan renovasi lagi seperti pembangunan toilet, pembangunan kembali Gua Maria, serta renovasi interior dan eksterior Gereja.

DSCN1796
Suasana di Gereja sebelum misa.

Bagi pecinta wisata sejarah, Gereja St Antonius Purbayan menarik untuk dikunjungi ketika berada di Solo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s