SEJARAH DAN ARSITEKTUR GEREJA ST. DOMINIC MACAO (2)


SEJARAH DAN ARSITEKTUR GEREJA ST. DOMINIC MACAO (2)

Oleh: Eveline Y. Bayu

dscn1277

Arsitektur Bangunan

Setelah mengenal sejarah Gereja St. Dominic (https://evelinegoesholiday.wordpress.com/2017/01/31/sejarah-dan-arsitektur-gereja-st-dominic-macao/), saat kita melihat ke dalam gereja.

Pada awalnya, bentuk bangunan Gereja St. Dominic masih sederhana, yaitu terbuat dari pilar kayu dan papan sebagai temboknya. Bentuk ini mengikuti desain lokal yang sedang sedang popular saat itu, yaitu Pan Cheong Tong Mui (Temple of Wooden Planks).

Pembangunan ulang pada tahun 1828 memberikan tampilan yang berbeda. Dinding luar berwarna kuning dengan tiga jendela kayu dan tiga pintu kayu berwarna hijau tua. Dinding luar terdapat hiasan relief dan delapan pilar. Pilar bergaya corinthian, yaitu diujung pilar diberi ukiran mewah berbentuk daun dan bunga.

dscn1269
Tampak depan Gereja St. Dominic dengan pilar bergaya corinthian.

Bangunan Gereja St Dominic terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pusat Gereja (nave), mimbar dan menara lonceng tiga lantai. Mimbar berukuran panjang 18m dan lebar 12,2m dengan altar yang indah. Dinding dan plafon berwarna kuning muda dan putih.

Bagian pusat Gereja (nave) berukuran panjang 32m dan lebar 15m. Terdapat tiga bagian yang dipisahkan dengan pilar bergaya corinthian, yang dihubungkan dengan bata berbentuk melengkung. Pada bagian dinding terdapat empat relung, sepuluh jendela di bagian atas dan sembilan jendela di bagian bawah. Dari sembilan jendela di bagian bawah, lima jendela terhubung langsung dengan koridor menuju menara lonceng tiga lantai. Diatas terdapat balkon.

dscn1280
Bagian dinding atas yang memiliki balkon.

Menara lonceng tiga lantai berada disisi kanan mimbar. Lantai satu digunakan sebagai service area. Lantai dua dan tiga digunakan sebagai museum yang menyimpan benda-benda suci umat Katolik dari abad ke 16. Di lantai tiga terdapat lonceng yang tergantung di jendela. Lonceng tersebut pengecorannya dilakukan oleh António Boccaro pada pertengahan abad ke 17. Berada di bangunan Gereja St. Dominic kita seperti kembali ke era 1700-1800an. Sudah selayaknya kita ikut melestarikan bangunan bersejarah yang ada di tanah air kita tercinta.

dscn1295
Lonceng dibuat abad ke 17 dan masih digunakan hingga kini.

Sumber:

Kloguen, Denis L., An Historical Sketch Of Goa, The Metropolis of The Portuguese Settlement In India, Asian Educational Services, India 2055.

The Historic Monuments of Macao, The State Administration of Cultural Heritage The People of Republic of China, July 2015.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s